📖 Ayat dan Terjemah QS. Tahaa 126 - 135
قَالَ كَذٰلِكَ أَتَتْكَ ءَايٰتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذٰلِكَ الْيَوْمَ تُنسَىٰ ﴿طه:١٢٦﴾
126. Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan.”
وَكَذٰلِكَ نَجْزِى مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنۢ بِـَٔايٰتِ رَبِّهِۦ ۚ وَلَعَذَابُ الْاٰخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَىٰٓ ﴿طه:١٢٧﴾
127. Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Sungguh, azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.
أَفَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ الْقُرُونِ يَمْشُونَ فِى مَسٰكِنِهِمْ ۗ إِنَّ فِى ذٰلِكَ لَءَايٰتٍ لِّأُو۟لِى النُّهَىٰ ﴿طه:١٢٨﴾
128. Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (orang-orang musyrik) berapa banyak (generasi) sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal mereka melewati (bekas-bekas) tempat tinggal mereka (umat-umat itu)? Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal.
وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ لَكَانَ لِزَامًا وَأَجَلٌ مُّسَمًّى ﴿طه:١٢٩﴾
129. Dan kalau tidak ada suatu ketetapan terdahulu dari Tuhanmu serta tidak ada batas yang telah ditentukan (ajal), pasti (siksaan itu) menimpa mereka.
فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا ۖ وَمِنْ ءَانَآئِ الَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَىٰ ﴿طه:١٣۰﴾
130. Maka sabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit, dan sebelum terbenam; dan bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari, agar engkau merasa tenang.
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوٰجًامِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَوٰةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ ﴿طه:١٣١﴾
131. Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia, agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَوٰةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ ﴿طه:١٣٢﴾
132. Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.
وَقَالُوا۟ لَوْلَا يَأْتِينَا بِـَٔايَةٍ مِّن رَّبِّهِۦٓ ۚ أَوَلَمْ تَأْتِهِم بَيِّنَةُ مَا فِى الصُّحُفِ الْأُولَىٰ ﴿طه:١٣٣﴾
133. Dan mereka berkata, “Mengapa dia tidak membawa tanda (bukti) kepada kami dari Tuhannya?” Bukankah telah datang kepada mereka bukti (yang nyata) sebagaimana yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?
وَلَوْ أَنَّآ أَهْلَكْنٰهُم بِعَذَابٍ مِّن قَبْلِهِۦ لَقَالُوا۟ رَبَّنَا لَوْلَآ أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولًا فَنَتَّبِعَ ءَايٰتِكَ مِن قَبْلِ أَن نَّذِلَّ وَنَخْزَىٰ ﴿طه:١٣٤﴾
134. Dan kalau mereka Kami binasakan dengan suatu siksaan sebelumnya (Al-Qur’an itu di-turunkan), tentulah mereka berkata, “Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, sehingga kami mengikuti ayat-ayat-Mu sebelum kami menjadi hina dan rendah?”
قُلْ كُلٌّ مُّتَرَبِّصٌ فَتَرَبَّصُوا۟ ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ أَصْحٰبُ الصِّرٰطِ السَّوِىِّ وَمَنِ اهْتَدَىٰ ﴿طه:١٣٥﴾
135. Katakanlah (Muhammad), “Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah olehmu! Dan kelak kamu akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus, dan siapa yang telah mendapat petunjuk.”
💡 Tadabbur 💡
1⃣. Meneruskan ayat sebelumnya terkait nasib orang-orang yang tidak mau menjadikan Al-Qur’an sebagai sistem hidup. Di akhirat nanti, Allah melupakan orang-orang yang melupakan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup semasa hidup di dunia. Balasannya adalah azab neraka dan mereka kekal di dalamnya. Mengapa mereka tidak mau mengambil pelajaran dari berbagai kaum yang dihancurkan sebelum mereka?
2⃣. Allah memberikan kiat kepada Rasul Saw. agar sukses menghadapi pembangkangan kaumnya dengan cara:
a). Sabar atas penghinaan kaum kafir.
b). Bertasbih sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelam (doa pagi dan sore), dan di tengah malam.
c). Tidak teperdaya oleh kehidupan dunia yang diberikan kepada kaum kafir dan meyakini surga jauh lebih baik dari dunia dan seisinya.
d). Membentuk keluarga menjadi keluarga ahli ibadah dimulai dengan menegakkan salat secara baik dan konsisten.
e). Tidak menerima berbagai alasan kaum kafir untuk tidak beriman kepada akhirat, karena semua sebab kehancuran umat terdahulu sudah dijelaskan Allah dalam Al-Qur’an. Nanti di akhirat mereka akan mengetahui siapa yang sesat dan siapa yang dapat petunjuk.
↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭
↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭
📚 Mushaf Tadabbur
👤 Ustd. Fathuddin Ja'far, MA
🏡 Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)
📞 CP : 081906063951
📧kontaq.tadabburquran@gmail.*om
↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭
💥 Pendaftaran Grup Kontaq
📎 http://bitly.c*m/DaftarKontaQ_G3
📱Akhwat :
+6289617548384
Ikhwan :
+6285255413213
Format:Daftar KontaQ3#Nama #usia#jenis kelamin#domisili#pekerjaan#No.telegram aktif
↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭
ⓕFacebook
www.facebook.c*m/kontaqtadabbur
ⓖGoogle+
https://plus.google.*om/+Kon-taqBlogspot
ⓣTwitter
www.twitter.c*m/Kon_taQ
ⓣTelegram
http://bitly.c*m/TG_KontaQ
ⓑBlog
http://kon-taq.blogspot.c*m
ⓘInstagram
www.instagram.c*m/kontaqtadabbur
ⓦWebsite
www.mtf-online.c*m
ⓑBlog
http://kon-taq.blogspot.*om
ⓘInstagram
www.instagram.*om/kontaqtadabbur
ⓦWebsite
www.mtf-online.co*
Tadabbur Al Qur'an Online
Thursday, May 12, 2016
Tadabbur QS Taha ayat 114-1
🔻
Tadabbur QS Taha ayat 114-125
Ayat dan Terjemah
📖 QS. Tãhã : 114 - 125
فَتَعٰلَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْءَانِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰٓ إِلَيْكَ وَحْيُهُۥ ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا﴿طه:١١٤﴾
114. Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu,(525) dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”
===525. Nabi Muhammad saw dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril a.s kalimat demi kalimat sebelum Jibril a.s selesai membacakannya, agar Nabi Muhammad saw menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan.
وَلَقَدْ عَهِدْنَآ إِلَىٰٓ ءَادَمَ مِن قَبْلُ فَنَسِىَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُۥ عَزْمًا﴿طه:١١٥﴾
115. Dan sungguh telah Kami pesankan(526) kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya.
===526. Pesan Allah ini tersebut dalam Al-Baqarah (2): 35.
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰٓئِكَةِ اسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ ﴿طه:١١٦﴾
116. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Lalu mereka pun sujud kecuali Iblis; dia menolak.
فَقُلْنَا يٰٓـَٔادَمُ إِنَّ هٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰٓ ﴿طه:١١٧﴾
117. Kemudian Kami berfirman, “Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka.
إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَىٰ ﴿طه:١١٨﴾
118. Sungguh, ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang,
وَأَنَّكَ لَا تَظْمَؤُا۟ فِيهَا وَلَا تَضْحَىٰ ﴿طه:١١٩﴾
119. dan sungguh, di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas matahari.”
فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطٰنُ قَالَ يٰٓـَٔادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ ﴿طه:١٢۰﴾
120. Lalu setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, “Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?”
فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْءٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوَىٰ ﴿طه:١٢١﴾
121. Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan telah durhakalah Adam kepada Tuhan-Nya, dan sesatlah dia.(527)
===527. Yang dimaksud "durhaka" di sini ialah melanggar larangan Allah karena lupa, tidak sengaja, sebagaimana disebutkan dalam ayat 115 surah ini. Dan yang dimaksud "sesat" ialah mengikuti apa yang dibisikkan setan. Kesalahan Adam as meskipun tidak begitu besar menurut ukuran manusia biasa sudah dinamai durhaka dan sesat karena tingginya martabat Adam as. dan untuk menjadi teladan bagi orang besar dan pemimpin- pemimpin agar menjauhi perbuatan-perbuatan yang terlarang, bagaimanapun kecilnya.
ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ ﴿طه:١٢٢﴾
122. Kemudian Tuhannya memilih dia,(528) maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.
===528. Allah memilih Nabi Adam as. untuk menjadi orang yang dekat kepada-Nya.
قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًۢا ۖ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَاىَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ ﴿طه:١٢٣﴾
123. Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُۥ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ أَعْمَىٰ ﴿طه:١٢٤﴾
124. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِىٓ أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنتُ بَصِيرًا ﴿طه:١٢٥﴾
125. Dia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?”
💡 Tadabbur💡
Ayat 114 menjelaskan bahwa yang menurunkan Al-Qur’an itu adalah Allah, Raja yang Mahatinggi lagi Hak. Sebab itu, Allah menegur Rasul Saw. agar tidak tergesa-gesa membaca Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan dan meminta kepada Allah agar ilmunya ditambah.
Ayat 115-125 menjelaskan kelicikan setan menggoda Adam. Kendati Adam melanggar perintah Allah, namun ia tetap dipilih Allah menjadi khalifah-Nya dan menerima tobatnya, karena kesalahan yang dilakukan Adam bukan karena kesombongan dalam hatinya, melainkan tertipu bujuk rayu Iblis. Iblis menjebaknya dengan kata-kata yang sepintas terlihat benar dengan bernaung di balik kata “pohon kekal” dan “kerajaan yang tidak akan pernah hancur’. Lalu Adam dan istrinya tertipu.
Hikmah di balik kesalahan Adam itu ialah Allah menunaikan janji-Nya untuk menjadikan Adam sebagai khalifah-Nya di bumi. Dalam kehidupan di dunia, anak cucu Adam akan menghadapi berbagai ujian dari Allah untuk menguji siapa di antara mereka yang bertakwa kepada-Nya dan siapa yang durhaka pada-Nya.
Agar manusia tidak tersesat, Allah memberi mereka hidayah (petunjuk) yang termuat dalam Kitab-Kitab-Nya, termasuk Al-Qur’an. Siapa yang tidak mengamalkan isi Al-Qur’an, akan menghadapi kehidupan yang sempit dan dihimpun di Mahsyar dalam keadaan buta. Lalu, mereka bertanya kenapa mereka saat itu buta.
↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭
📚 Mushaf Tadabbur
👤 Ustd. Fathuddin Ja'far, MA
🏡 Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)
📞 CP : 081906063951
📧kontaq.tadabburquran@gmail.c*m
↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭
💥 Pendaftaran Grup Kontaq
📎 http://bitly.c*m/DaftarKontaQ_G3
📱Akhwat :
+6289617548384
Ikhwan :
+6285255413213
Format:Daftar KontaQ3#Nama #usia#jenis kelamin#domisili#pekerjaan#No.telegram aktif
↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭
ⓕFacebook
www.facebook.*om/kontaqtadabbur
ⓖGoogle+
https://plus.g*ogle.com/+Kon-taqBlogspot
ⓣTwitter
www.twitter.c*m/Kon_taQ
ⓣTelegram
http://bitly.co*/TG_KontaQ
ⓑBlog
http://kon-taq.blogspot.c*m
ⓘInstagram
www.ins*agram.com/kontaqtadabbur
ⓦWebsite
www.mtf-online.com
ⓑBlog
http://kon-taq.blogspot.c*m
ⓘInstagram
www.instagram.*om/kontaqtadabbur
ⓦWebsite
www.mtf-online.co*
Tadabbur QS Taha ayat 114-125
Ayat dan Terjemah
📖 QS. Tãhã : 114 - 125
فَتَعٰلَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْءَانِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰٓ إِلَيْكَ وَحْيُهُۥ ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا﴿طه:١١٤﴾
114. Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu,(525) dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”
===525. Nabi Muhammad saw dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril a.s kalimat demi kalimat sebelum Jibril a.s selesai membacakannya, agar Nabi Muhammad saw menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan.
وَلَقَدْ عَهِدْنَآ إِلَىٰٓ ءَادَمَ مِن قَبْلُ فَنَسِىَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُۥ عَزْمًا﴿طه:١١٥﴾
115. Dan sungguh telah Kami pesankan(526) kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya.
===526. Pesan Allah ini tersebut dalam Al-Baqarah (2): 35.
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰٓئِكَةِ اسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ ﴿طه:١١٦﴾
116. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Lalu mereka pun sujud kecuali Iblis; dia menolak.
فَقُلْنَا يٰٓـَٔادَمُ إِنَّ هٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰٓ ﴿طه:١١٧﴾
117. Kemudian Kami berfirman, “Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka.
إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَىٰ ﴿طه:١١٨﴾
118. Sungguh, ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang,
وَأَنَّكَ لَا تَظْمَؤُا۟ فِيهَا وَلَا تَضْحَىٰ ﴿طه:١١٩﴾
119. dan sungguh, di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas matahari.”
فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطٰنُ قَالَ يٰٓـَٔادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ ﴿طه:١٢۰﴾
120. Lalu setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, “Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?”
فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْءٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوَىٰ ﴿طه:١٢١﴾
121. Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan telah durhakalah Adam kepada Tuhan-Nya, dan sesatlah dia.(527)
===527. Yang dimaksud "durhaka" di sini ialah melanggar larangan Allah karena lupa, tidak sengaja, sebagaimana disebutkan dalam ayat 115 surah ini. Dan yang dimaksud "sesat" ialah mengikuti apa yang dibisikkan setan. Kesalahan Adam as meskipun tidak begitu besar menurut ukuran manusia biasa sudah dinamai durhaka dan sesat karena tingginya martabat Adam as. dan untuk menjadi teladan bagi orang besar dan pemimpin- pemimpin agar menjauhi perbuatan-perbuatan yang terlarang, bagaimanapun kecilnya.
ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ ﴿طه:١٢٢﴾
122. Kemudian Tuhannya memilih dia,(528) maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.
===528. Allah memilih Nabi Adam as. untuk menjadi orang yang dekat kepada-Nya.
قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًۢا ۖ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَاىَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ ﴿طه:١٢٣﴾
123. Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُۥ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ أَعْمَىٰ ﴿طه:١٢٤﴾
124. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِىٓ أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنتُ بَصِيرًا ﴿طه:١٢٥﴾
125. Dia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?”
💡 Tadabbur💡
Ayat 114 menjelaskan bahwa yang menurunkan Al-Qur’an itu adalah Allah, Raja yang Mahatinggi lagi Hak. Sebab itu, Allah menegur Rasul Saw. agar tidak tergesa-gesa membaca Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan dan meminta kepada Allah agar ilmunya ditambah.
Ayat 115-125 menjelaskan kelicikan setan menggoda Adam. Kendati Adam melanggar perintah Allah, namun ia tetap dipilih Allah menjadi khalifah-Nya dan menerima tobatnya, karena kesalahan yang dilakukan Adam bukan karena kesombongan dalam hatinya, melainkan tertipu bujuk rayu Iblis. Iblis menjebaknya dengan kata-kata yang sepintas terlihat benar dengan bernaung di balik kata “pohon kekal” dan “kerajaan yang tidak akan pernah hancur’. Lalu Adam dan istrinya tertipu.
Hikmah di balik kesalahan Adam itu ialah Allah menunaikan janji-Nya untuk menjadikan Adam sebagai khalifah-Nya di bumi. Dalam kehidupan di dunia, anak cucu Adam akan menghadapi berbagai ujian dari Allah untuk menguji siapa di antara mereka yang bertakwa kepada-Nya dan siapa yang durhaka pada-Nya.
Agar manusia tidak tersesat, Allah memberi mereka hidayah (petunjuk) yang termuat dalam Kitab-Kitab-Nya, termasuk Al-Qur’an. Siapa yang tidak mengamalkan isi Al-Qur’an, akan menghadapi kehidupan yang sempit dan dihimpun di Mahsyar dalam keadaan buta. Lalu, mereka bertanya kenapa mereka saat itu buta.
↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭
📚 Mushaf Tadabbur
👤 Ustd. Fathuddin Ja'far, MA
🏡 Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)
📞 CP : 081906063951
📧kontaq.tadabburquran@gmail.c*m
↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭
💥 Pendaftaran Grup Kontaq
📎 http://bitly.c*m/DaftarKontaQ_G3
📱Akhwat :
+6289617548384
Ikhwan :
+6285255413213
Format:Daftar KontaQ3#Nama #usia#jenis kelamin#domisili#pekerjaan#No.telegram aktif
↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭
www.facebook.*om/kontaqtadabbur
ⓖGoogle+
https://plus.g*ogle.com/+Kon-taqBlogspot
www.twitter.c*m/Kon_taQ
ⓣTelegram
http://bitly.co*/TG_KontaQ
ⓑBlog
http://kon-taq.blogspot.c*m
www.ins*agram.com/kontaqtadabbur
ⓦWebsite
www.mtf-online.com
ⓑBlog
http://kon-taq.blogspot.c*m
www.instagram.*om/kontaqtadabbur
ⓦWebsite
www.mtf-online.co*
Subscribe to:
Posts (Atom)